Korelasi Kadar Hemoglobin, Jumlah Leukosit, dan Jumlah Trombosit Pada Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD)
DOI:
https://doi.org/10.36568/anakes.v13i2.118Abstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit endemik yang sering terjadi di daerah tropis seperti di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus demam berdarah yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina sebagai vektor penyakit. Salah satu parameter laboratorium yang dapat menunjang penegakan diagnosis DBD yaitu kadar hemoglobin, jumlah leukosit, dan jumlah trombosit sehingga pemeriksaan hematologi berperan penting dalam pemantauan dan perkembangan kondisi pasien. Pasa pasien DBD seringkali ditemukan kelainan hematologi pada hasil pemeriksaannya berupa trombositopenia, leukopenia ringan hingga leukositosis sedang, dan nilai hematokrit yang meningkat. Selain itu, diagnosis DBD didukung oleh nilai hemoglobin terutama jika telah terjadi kebocoran plasma yang mengakibatkan terjadinya syok sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui korelasi kadar hemoglobin, jumlah leukosit, dan jumlah trombosit pada pasien Demam Berdarah Dengue (DBD). Jenis penelitian ini menggunakan metode observasional analitik. Jumlah sampel sebanyak 43 orang menggunakan analisa statistik uji korelasi Spearman. Pada 43 sampel yang diteliti menyatakan bahwa sebagian besar pasien DBD dengan kadar hemoglobin normal terdapat 28 sampel (65%), dan pasien dengan jumlah leukosit normal mencapai 22 sampel (51%), serta seluruh pasien DBD mengalami trombositopenia atau penurunan jumlah trombosit yaitu 43 sampel (100%). Hasil uji korelasi Spearman diperoleh nilai p > 0,05 antara kadar hemoglobin dengan jumlah leukosit, kadar hemoglobin dengan jumlah trombosit, dan jumlah leukosit dengan jumlah trombosit. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan jumlah leukosit, kadar hemoglobin dengan jumlah trombosit, dan jumlah leukosit dengan jumlah trombosit pada pasien DBD.